Kyiv – Karier atlet lompat jauh Ukraina, Maryna Bekh-Romanchuk, terancam berakhir setelah dijatuhi hukuman larangan bertanding selama empat tahun akibat kasus doping. Atlet berusia 30 tahun itu dinyatakan positif menggunakan testosteron.
Keputusan ini dikeluarkan oleh Athletics Integrity Unit (AIU) setelah tes doping pada 7 Desember 2023 menunjukkan hasil positif metabolit testosteron. AIU menyatakan Bekh-Romanchuk gagal membuktikan klaim medisnya terkait kadar testosteron tinggi akibat pengobatan.
AIU sebenarnya memberikan kesempatan kepada Bekh-Romanchuk untuk mengakui pelanggaran dan memperoleh pengurangan masa hukuman selama satu tahun, namun atlet tersebut menolak tawaran tersebut dan bersikeras tidak bersalah. Bekh-Romanchuk berencana mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS).
Hukuman ini diprediksi mengakhiri kiprahnya di level tertinggi, mengingat ia tidak akan bisa tampil di Olimpiade Los Angeles 2028 maupun dua Kejuaraan Dunia berikutnya. Larangan bertanding berlaku hingga Mei 2029.
Meskipun begitu, Bekh-Romanchuk, yang telah tiga kali tampil di Olimpiade, tampaknya sudah menyiapkan langkah baru di luar dunia olahraga. Ia aktif sebagai model dan influencer dengan lebih dari 491 ribu pengikut di Instagram.
Atlet kelahiran Moroziv ini diketahui bekerja sama dengan berbagai merek Ukraina seperti Domino Group, Trihard, dan Fabric 17. Kehidupan rumah tangganya juga menjadi sorotan.
Bekh-Romanchuk menikah dengan perenang asal Ukraina, Mykhailo Romanchuk, yang merupakan peraih medali perak dan perunggu Olimpiade Tokyo 2020. Pasangan ini kerap membagikan momen kebersamaan di media sosial.
Sebelum putusan AIU diumumkan, Bekh-Romanchuk menegaskan dirinya tidak bersalah dan mengaku kelelahan memperjuangkan nama baiknya. Ia memutuskan untuk sementara fokus pada kesehatan serta keluarganya dan berjanji akan memberikan wawancara besar untuk menjelaskan kasusnya secara terbuka.
“Saya menolak menandatangani dokumen apa pun yang mengharuskan pengakuan bersalah karena saya adalah orang yang jujur. Kemanusiaan dan martabat saya penting bagi saya. Menyakitkan bagi saya melihat kasus saya ditangani dengan ceroboh dan tanpa penyelidikan yang semestinya,” jelas Bekh-Romanchuk.











