Jakarta – Asuransi umum syariah menawarkan alternatif perlindungan finansial berbasis prinsip saling tolong menolong dan berbagi risiko. Model ini berbeda dari asuransi konvensional.
Asuransi syariah menghindari perjudian, ketidakjelasan, dan riba.
Dana Tabarru’, atau Dana Kebersamaan, menjadi inti sistem syariah. Kontribusi peserta dikelola untuk membantu peserta lain yang terkena musibah.
“Ini bukan sekadar polis, ini adalah wadah gotong royong modern yang sesuai dengan nilai-nilai syariah,” kata VP Shariah Business Development & Sales PT Sompo Insurance Indonesia, Bambang Haryanto.
Asuransi syariah terbuka untuk semua kalangan, tanpa memandang agama. Nilai-nilai keadilan, transparansi, dan tolong-menolong bersifat universal.
Waktu terbaik untuk bergabung adalah saat memiliki aset berharga, sudah bekerja, atau berkeluarga. Asuransi syariah memberikan ketenangan pikiran dengan perlindungan finansial berbasis kebersamaan.
Lima kunci memilih asuransi syariah: prioritaskan kebutuhan, sesuaikan anggaran, audit perusahaan, pahami polis, dan lakukan review tahunan.











