Sorowako – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam kepedulian sosial tinggi melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Aksi nyata terbaru adalah penyaluran bantuan kepada korban kebakaran di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada 27 Agustus 2025, yang menghanguskan puluhan rumah dan memaksa banyak keluarga mengungsi.
Bantuan dari ASDP tersebut didistribusikan kepada 50 kepala keluarga terdampak. Berbagai kebutuhan pokok disalurkan, antara lain 55 karung beras, 55 rak telur, 55 bungkus gula pasir, 50 dus mi instan, 55 bungkus minyak goreng, dan 50 kaleng susu kental manis. Bantuan ini bertujuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan harian dan meringankan beban para penyintas di masa sulit.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menekankan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang melekat pada identitas perusahaan. “Kami percaya ASDP bukan sekadar operator penyeberangan, tetapi juga agen perubahan sosial. Kehadiran kami diharapkan memberi harapan dan semangat baru, terutama saat saudara-saudara kita menghadapi situasi krisis akibat bencana,” ujarnya.
Heru menambahkan, kontribusi ASDP juga selaras dengan arah kebijakan pemerintah. “Dukungan kemanusiaan yang kami berikan sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, menjelaskan total 106 kepala keluarga terdampak insiden kebakaran ini. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk ASDP, yang sigap membantu masyarakat. “Korban mengungsi ke berbagai titik, dan posko induk di dermaga kini menjadi pusat bantuan. Kehadiran dukungan dari ASDP memberi arti penting bagi pemulihan para penyintas,” jelasnya.
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, menegaskan bahwa kontribusi kemanusiaan perusahaan tidak terbatas pada satu lokasi. “Selain di Sorowako, kami juga menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Lampung dan Mataram, serta kebakaran di Cabang Selayar. Ini adalah bentuk nyata konsistensi ASDP dalam mengulurkan tangan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Shelvy menambahkan, program bantuan bencana ASDP selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan. “Kami mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, serta tujuan nomor 13 tentang ketahanan menghadapi perubahan iklim dan bencana. Langkah ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.
Melalui program TJSL, ASDP tidak hanya membantu masyarakat terdampak bencana, tetapi juga memperkuat daya tahan sosial. Hal ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung visi Asta Cita menuju Indonesia yang lebih sejahtera.
Selain fokus pada bantuan bencana, program TJSL ASDP juga aktif menyalurkan berbagai program sosial lain. Ini mencakup beasiswa pendidikan, renovasi sekolah, hingga pembangunan rumah ibadah lintas agama. Seluruh upaya tersebut membuktikan bahwa ASDP menempatkan nilai kemanusiaan sejajar dengan pembangunan bisnis dan kesejahteraan sosial.
ASDP akan terus memperkuat perannya sebagai perusahaan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Dengan semangat kepedulian, ASDP berharap dapat hadir sebagai mitra masyarakat yang tidak hanya menghubungkan wilayah Indonesia melalui penyeberangan, tetapi juga menguatkan ikatan sosial dalam menghadapi setiap tantangan.












