Malang – Semen Padang FC semakin terperosok dalam ancaman degradasi setelah menelan kekalahan telak 3-0 dari Arema FC di Stadion Kanjuruhan, dalam lanjutan kompetisi BRI Super League pekan ke-21, Minggu (15/2/2026). Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk tim berjuluk Kabau Sirah, yang kini semakin sulit untuk keluar dari zona merah.

Meskipun sempat menunjukkan harapan dengan kemenangan sebelumnya atas Persita Tangerang, Semen Padang FC tidak mampu mengimbangi dominasi Arema FC sepanjang pertandingan. Hasil ini menempatkan mereka di posisi ke-16 klasemen sementara, posisi yang sangat tidak menguntungkan.

Kemenangan Arema FC ditentukan oleh penampilan gemilang Joel Vinicius, yang berhasil mencetak dua gol pada menit ke-29 dan 58. Gustavo Franca juga turut menyumbang gol pada menit ke-52, melengkapi kemenangan meyakinkan bagi tim tuan rumah.

Di awal pertandingan, Semen Padang FC sempat berupaya untuk menekan pertahanan Arema FC. Namun, upaya tersebut berhasil diredam oleh Arema FC, yang kemudian balik mengendalikan jalannya pertandingan. Gol pembuka Arema FC tercipta melalui umpan tarik Gustavo Franca yang berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Joel Vinicius.

Pada babak kedua, Arema FC semakin gencar melakukan serangan dan berhasil menambah keunggulan melalui Gustavo Franca, yang menerima umpan dari Gabi. Tidak lama kemudian, Joel Vinicius kembali mencatatkan namanya di papan skor, memastikan kemenangan bagi tim Singo Edan.

Semen Padang FC mengalami kesulitan dalam menembus pertahanan solid Arema FC sepanjang babak kedua. Upaya-upaya yang dilakukan hanya menghasilkan tembakan-tembakan jarak jauh yang tidak mampu mengancam gawang lawan.

Dengan hasil ini, Semen Padang FC masih berada di zona degradasi dengan perolehan 15 poin dari 21 pertandingan. Mereka baru mencatatkan 4 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 14 kekalahan.

Menanggapi kekalahan tersebut, Pelatih Kepala Semen Padang FC, Dejan Antonic, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mencoba berbagai cara untuk mengubah strategi tim. “Skema sempat diubah dari 4-3-3 menjadi 4-4-2. Kita juga coba pasang dua striker,” ungkapnya.

Namun, perubahan tersebut tidak membuahkan hasil karena agresivitas permainan Arema FC. “Mereka jauh agresif dari kita di belakang, mereka melakukan kontak fisik dengan besar sehingga bola mudah hilang. Dari statistik kita kehilangan bola 8 kali di area itu,” pungkasnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.