Jakarta – Dunia sepak bola kini memunculkan perbandingan baru setelah era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Nama Lamine Yamal kerap disandingkan dengan Vinicius Junior, namun ada juga yang melihat kesamaan antara Yamal dan Arda Guler.

Yamal, 17 tahun, dan Guler, 19 tahun, bermain di klub raksasa Spanyol, Barcelona dan Real Madrid. Perbandingan ini lahir dari penggemar, bukan dari pemain itu sendiri.

Arda Guler akhirnya buka suara tentang perbandingan dirinya dengan Lamine Yamal saat bertugas bersama Timnas Turki.

“Saya tidak banyak berkomentar tentang Lamine Yamal. Kami tidak bermain di posisi yang sama,” kata Guler, dikutip dari SI, menegaskan perbedaan peran mereka di lapangan.

“Saya mengerti perbandingan itu, karena dia di Barcelona dan saya di Real Madrid,” tambahnya.

Guler juga menunjukkan rasa hormatnya kepada Yamal. “Dia sangat berbakat dan saya tidak terkejut dengan pencapaiannya. Saya mendoakan yang terbaik untuknya, meski tentu saja, dia akan berusaha menyulitkan kami.”

Pernyataan itu disampaikan jelang laga Turki melawan Spanyol, yang berakhir dengan kekalahan telak 0-6 bagi tim Guler.

Dalam laga tersebut, Guler terlihat frustrasi. Ia sempat beradu argumen dengan Yamal saat mencoba mengambil tendangan bebas cepat.

Meski kalah, jeda internasional tetap memberikan pengalaman berharga bagi Guler. Ia ingin kembali ke klub dengan semangat baru dan membuktikan kualitasnya.

Rivalitas antara Guler dan Yamal mungkin hanya ada di benak penggemar. Namun, generasi baru telah mengambil alih panggung, dan nama-nama seperti mereka akan terus menjadi perbincangan di dunia sepak bola.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.