PADANG – Sumatera Barat mencatatkan kinerja pengelolaan APBD 2025 yang lebih baik dari rata-rata nasional. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai positif realisasi pendapatan dan belanja daerah provinsi tersebut.
Data Kemendagri menunjukkan realisasi pendapatan APBD Sumbar mencapai 83,11 persen. Angka ini melampaui rata-rata nasional yang hanya 79,58 persen.
Realisasi belanja daerah Sumbar juga unggul dengan angka 74,28 persen. Capaian ini jauh di atas rata-rata nasional sebesar 64,43 persen.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyebut pengendalian anggaran yang konsisten sebagai kunci keberhasilan. Evaluasi bulanan, lelang dini, dan akselerasi proyek menjadi strategi utama.
“Dengan lelang dini dan evaluasi berkala, serapan belanja menjadi lebih cepat,” kata Arry, Senin (17/11/2025).
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumbar juga mengalami kenaikan signifikan. Optimalisasi pajak kendaraan bermotor, efisiensi penagihan retribusi, dan layanan digital perpajakan menjadi pendorong utama.
Arry mengapresiasi komitmen seluruh perangkat daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas belanja dan akuntabilitas.











