Padang – Bantuan air bersih menjadi prioritas utama bagi warga Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat, pasca-banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Anggota DPRD Kota Padang, Rafdi, berkolaborasi dengan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat untuk mengatasi krisis air bersih yang semakin memburuk.
Kondisi pasca-bencana memperlihatkan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Terputusnya akses jalan dan jembatan telah mengganggu distribusi hasil pertanian, sementara kerusakan saluran irigasi dan sawah yang terendam banjir semakin memperparah keadaan. Kekeringan yang melanda wilayah tersebut menyebabkan warga kesulitan mengakses air bersih.
Sebagai respons terhadap keluhan warga, Rafdi, yang mewakili daerah pemilihan Pauh-Luki, berupaya mencari solusi melalui jaringan yang dimilikinya. Pada Selasa (20/1/2026), ia menyampaikan apresiasinya kepada Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih Ketua DPRD Prov. Sumatera Barat, Muhidi, yang sampai saat ini masih membantu warga untuk supply air bersih. Pagi ini di Binuang Kamp. Dalam, Pauh, yang beberapa hari ini telah kekeringan mendapatkan supply air bersih,” ujarnya.
Rafdi menambahkan bahwa sumur-sumur warga di Pauh mengalami kekeringan dalam beberapa waktu terakhir. Ia menduga bahwa kondisi ini berkaitan erat dengan banjir yang telah merusak infrastruktur vital. “Mungkin ada hubungan dengan banjir, yang sudah memutus jalur banda dan irigasi di Pauh,” pungkasnya.










