​Agam, Topsatu – Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama mengingatkan masyarakat, khususnya di Kabupaten Agam untuk lebih waspada terhadap produk kosmetik, obat-obatan, dan pangan olahan yang beredar di pasaran. Peringatan itu disampaikan dalam acara Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang diselenggarakan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM di aula Kantor Walinagari Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, Kamis (11/12).

​Ade Rezki menyoroti maraknya produk yang mengklaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit, membuat awet muda, bahkan memutihkan kulit secara instan atau over claim. Ia menekankan bahwa kesehatan adalah harta yang paling berharga.

​”Banyak orang di luar sana ingin mencari keuntungan, menciptakan produk-produk, apakah itu kosmetik, obat-obatan, vitamin, herbal, dan tradisional yang lain. Mereka membuat slogan-slogan yang amat sangat luar biasa. Bisa menyembuhkan berbagai penyakit, bisa membuat awet muda, bisa memutihkan kulit dalam waktu satu kali dua belas jam,” ,” ujar Ade Rezki.

​Namun, ia mengingatkan adanya risiko besar di balik janji-janji tersebut. Produk-produk tersebut seringkali mengandung bahan baku obat dan kimia tertentu yang memaksa tubuh bertransformasi, tetapi pada akhirnya mengakibatkan efek samping yang luar biasa.

​Selain isu keamanan pangan dan obat, Ade Rezki juga menyampaikan mengenai perluasan tugas BPOM, di antaranya Pendampingan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). ​BPOM diberi tugas tambahan oleh Presiden untuk melakukan pendampingan dalam mengawasi dan mendistribusikan program MBG. Program MBG ini tidak hanya ditujukan untuk anak-anak sekolah dan santri, tetapi juga akan diperluas mencakup ibu-ibu hamil dan ibu-ibu yang menyusui. Dalam situasi bencana alam, BPOM memiliki peran penting dalam menyalurkan makanan dengan mendistribusikannya ke seluruh posko-posko pengungsian melalui dapur MBG.

BPOM juga menjadi pendamping penting bagi para pelaku UMKM, khususnya dalam sektor pangan dan kosmetik. Ade Rezki memberikan contoh produk lokal “Gambia” dari Kampung Sembilan (Kapus Sembilan) yang berhasil diekspor.

​Ia berharap komunitas di Pakan Sinayan dan Banuhampu dapat dikelola agar memiliki daya saing tinggi, tidak hanya menjadi bahan baku tetapi juga menjadi produk turunan yang memiliki nilai tambah dan mendapatkan izin edar dari BPOM.

Pada acara itu Ade Reski Pratama juga menyerahkan bantuan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) sebesar Rp100 juta kepada UMKM di Nagari Pakan Sinayan. (gindo)

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.