Padang – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di Sumatera Barat (Sumbar) diduga kuat disebabkan oleh praktik “lansir” ilegal. Anggota DPR RI, Andre Rosiade, menyoroti praktik pembelian solar bersubsidi secara ilegal ini sebagai penyebab utama keluhan masyarakat.
Andre mengungkapkan, dirinya telah membahas permasalahan ini dengan Area Manager Comrel & CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Romi Bachtiar, serta Ketua Hiswana Migas Sumbar, Ridwan Hosen. Pertamina Patra Niaga, lanjut Andre, juga telah berulang kali memberikan sanksi tegas kepada SPBU yang terbukti terlibat dalam praktik penjualan solar bersubsidi kepada pihak yang tidak berhak.
Politisi Gerindra itu menambahkan, kuota BBM bersubsidi bahkan telah dinaikkan hingga 15 persen. “Solar hasil lansiran berpotensi dialihkan ke sektor-sektor yang seharusnya tidak menerima subsidi seperti tambang, industri atau perkebunan,” ungkap Andre melalui akun Instagramnya, Selasa (11/11/2025).
Andre berharap kolaborasi antara Pertamina dan Polda Sumbar dapat menjamin distribusi solar sesuai dengan peruntukannya, sehingga masyarakat dapat benar-benar merasakan manfaatnya.
Pantauan di lapangan, terutama di Bukittinggi, kelangkaan solar juga berdampak pada kemacetan lalu lintas. Kendaraan yang mengantre untuk mengisi BBM seringkali memakan badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas.










