Jakarta – Harapan baru bagi pemulihan infrastruktur Sumatera Barat muncul setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyatakan dukungan terhadap alokasi dana signifikan. Dukungan ini ditujukan untuk merehabilitasi jalan-jalan provinsi yang rusak akibat bencana alam.

Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menegaskan komitmennya untuk mengawal dana sebesar Rp1,207 triliun. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk memperbaiki 20 ruas jalan provinsi yang terdampak bencana. Dukungan ini, menurutnya, adalah tindak lanjut dari surat resmi yang diterima dari Gubernur Sumatera Barat.

“Hari ini, Jumat 19 Desember 2025, saya datang memperjuangkan surat Gubernur Sumatera Barat,” ujar Rosiade. Ia menambahkan bahwa gubernur meminta dirinya untuk mengawal agar 20 ruas jalan provinsi yang rusak akibat bencana dapat masuk dalam pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Rosiade menjelaskan bahwa total anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan 20 ruas jalan tersebut mencapai Rp1.207.500.000.000. Ia menekankan bahwa pengawalan dana ini merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat dari Sumatera Barat. “Ini tugas kami sebagai anggota DPR RI untuk memastikan dana sekitar Rp1,2 triliun ini benar-benar berhasil dibawa pulang ke Sumatera Barat dan digunakan memperbaiki jalan-jalan yang terdampak bencana,” tegasnya.

Selain itu, Rosiade mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan peninjauan langsung ke beberapa ruas jalan yang mengalami kerusakan. Peninjauan ini dilakukan bersama dengan Balai Jalan dan pihak-pihak terkait. Beberapa lokasi yang telah dikunjungi antara lain kawasan Malalak, Manggopoh, Alahan Panjang, Bayang, Sasak, Tiku, hingga Palembayan. “Sebagian ruas sudah saya survei langsung. Sisanya akan terus kita kawal agar seluruh usulan dari Pemprov Sumbar bisa disetujui,” jelasnya.

Usulan perbaikan 20 ruas jalan provinsi tersebut juga telah disampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rosiade menyatakan optimisme bahwa pemerintah pusat akan menyetujui usulan tersebut sebagai bagian dari komitmen dalam percepatan pemulihan pascabencana. “Kami sudah bertemu Pak Menteri. Ini bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam percepatan pemulihan pascabencana,” katanya.

Rosiade juga menyinggung komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menyiapkan anggaran besar untuk pemulihan infrastruktur di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Presiden menegaskan kehadiran pemerintah bukan seremoni, tapi eksekusi. Untuk Sumatera Barat, anggaran infrastruktur mencapai belasan triliun rupiah, dengan sekitar Rp13,52 triliun dikelola Kementerian PUPR,” tuturnya.

“Ini bukan ujung perjalanan. Ini baru permulaan. Insyaallah, perbaikan 20 ruas jalan provinsi ini bisa segera terealisasi demi masyarakat Sumatera Barat,” pungkas Rosiade, menandakan bahwa upaya ini merupakan langkah awal dalam proses panjang pemulihan infrastruktur di Sumatera Barat.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.