Sawahlunto – Limbah abu batu bara dari PLTU Sijantang di Sawahlunto kini diubah menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Seorang pengusaha lokal, Andi Irawan, telah berhasil mengembangkan usaha pembuatan paving block dan batako dengan memanfaatkan limbah tersebut sebagai bahan baku utama.

Dengan modal awal sebesar Rp5 juta, Andi memulai usahanya dari nol. “Seiring waktu, usaha saya berkembang hingga memiliki perputaran modal mencapai sekitar Rp25 juta,” ungkapnya saat ditemui di kawasan Kandi. Saat ini, usahanya mampu menyerap tiga orang tenaga kerja dengan upah antara Rp700 ribu hingga Rp800 ribu per minggu.

Guna memperkuat bisnisnya, Andi memutuskan untuk bergabung dengan BUMDes Desa Salak. Selain melayani pesanan dari masyarakat umum, usahanya juga mendapatkan kepercayaan untuk mengerjakan berbagai proyek. Ia menuturkan bahwa pekan lalu, ia menerima pesanan sebanyak 15 ribu unit paving block berwarna untuk kawasan kuliner SILO Sawahlunto dengan harga Rp4.700 per unit, termasuk biaya pengantaran.

Andi menjelaskan bahwa paving block yang diproduksinya memiliki kekuatan K-175, yang melebihi standar pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh campuran limbah abu batu bara dari PLTU Sijantang dalam bahan bakunya. “Kebutuhan abu batu bara mencapai 30 hingga 50 ton per bulan,” jelasnya.

Sebagai lulusan SMKN 1 Talawi jurusan Manajemen Bisnis dan Perdagangan, Andi mengaku tidak menyangka bahwa usaha yang ditekuninya akan berkembang pesat seperti sekarang. Berkat kegigihan dan kerja keras, ia mampu bertahan dan bahkan produknya telah digunakan di sejumlah perkantoran, termasuk halaman upacara Mapolres Sawahlunto yang menggunakan paving block dan batako hasil produksinya.

Andi menambahkan bahwa pihak PLTU Sijantang juga memberikan dukungan terhadap usahanya, karena secara tidak langsung membantu dalam pemanfaatan limbah abu batu bara agar memiliki nilai guna yang lebih tinggi.

Pada hari Jumat (9/1), Andi menyampaikan harapannya agar instansi pemerintah dan sekolah-sekolah di daerah dapat lebih memprioritaskan penggunaan produk lokal. “Tidak perlu membeli ke daerah lain. Kami siap memenuhi kebutuhan paving block dan batako dengan kualitas dan ketahanan yang bisa kami jamin,” pungkasnya.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.