Jakarta – Emiten F&B Fore Coffee (FORE) diprediksi masih memiliki potensi pertumbuhan yang menarik hingga tahun 2026. Hal ini didukung oleh kinerja perusahaan yang solid, dengan kenaikan pendapatan dan laba lebih dari 40% hingga kuartal III-2025.
KISI Sekuritas menilai momentum pertumbuhan FORE akan terus berlanjut seiring dengan efisiensi kinerja gerai.
Menurut KISI Sekuritas, FORE memiliki basis yang relatif kecil pada tahun 2024 dan 2025, sehingga masih ada ruang untuk tumbuh. Selain itu, *store economics* FORE dinilai semakin solid, dengan Average Order Value (AOV) yang meningkat, trafik yang stabil, dan unit economics yang semakin efisien.
Pertumbuhan FORE tahun depan diperkirakan masih akan berada di angka *double digit*, meskipun cenderung melandai karena efek basis yang lebih tinggi.
Ekspansi FORE ke kota tier dua dan tiga, serta perluasan lini Fore Donut, akan menjadi pendorong kinerja berikutnya. Ekspansi di daerah memberikan keuntungan dari sisi biaya sewa dan *capex* yang lebih rendah, dengan permintaan kopi modern yang mulai terbentuk.
Ekspansi ini berpotensi menambah volume penjualan tanpa menekan margin terlalu dalam. Fore Donut juga berpotensi mendorong AOV melalui *cross-selling*.
Meskipun demikian, tekanan harga kopi global dan daya beli masyarakat masih menjadi tantangan. Valuasi FORE saat ini dinilai cenderung premium dibandingkan emiten sejenis. Namun, saham FORE tetap menarik apabila pertumbuhan 2026 mampu bertahan di atas 20% dan margin stabil.
Sejumlah risiko yang perlu dicermati antara lain, *Cost of Goods Sold* (COGS) yang tinggi, konsumsi yang lemah, hingga persaingan F&B yang semakin ketat. Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, KISI Sekuritas memberikan rekomendasi *buy* untuk FORE dengan target harga Rp600 per saham.
Dari sisi teknikal, FORE juga dinilai berada di area menarik. Saham FORE bergerak *sideways* sejak September dan membentuk support kuat di level 500. Level ini menjadi area beli dengan target pada Rp650 sampai Rp700 per saham.











