Jakarta – Anak usaha PT Astra International Tbk (UNTR), PT United Tractors Tbk, melalui PT Danusa Tambang Nusantara (DTN) dan PT Energia Prima Nusantara (EPN), mendirikan perusahaan baru bernama PT Nusantara Industri Nikel Lestari (NINL).
Pendirian perusahaan yang bergerak di sektor industri pembuatan logam dasar bukan besi serta perdagangan logam dan bijih logam ini telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan HAM melalui Keputusan Nomor AHU-0103497.AH.01.01.TAHUN 2025 pada 2 Desember 2025.
Corporate Secretary UNTR, Ari Setiyawan, menjelaskan bahwa pembentukan NINL merupakan langkah diversifikasi usaha grup melalui pengembangan di sektor jasa dan pengolahan mineral nikel. Hal ini disampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/12/2025).
Sebelumnya, UNTR juga mengumumkan likuidasi anak usahanya, PT Tambang Karya Supra, pada 22 September 2025.
Menurut Corporate Secretary United Tractors, Sara K Loebis, likuidasi ini dilakukan karena Tambang Karya Supra tidak aktif sejak tahun 2016. Proses likuidasi telah disahkan oleh notaris di Jakarta dan Kementerian Hukum dan HAM telah mencatat pengakhiran status badan hukum Tambang Karya Supra pada 14 Agustus 2025.
Sara menambahkan bahwa likuidasi ini tidak berdampak pada kegiatan operasional, hukum, dan kondisi keuangan United Tractors.
Selain itu, UNTR juga telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk mengakuisisi 99,99996% saham perusahaan tambang emas, PT Arafura Surya Alam (ASA), dari PT J Resources Nusantara pada 12 September 2025. Nilai transaksi akuisisi ini mencapai US$ 540 juta atau sekitar Rp 8,9 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.652 per dolar AS).











