Jakarta – Keluarga diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, menerima amplop misterius berisi gabus sintetis berbentuk bunga, bintang, dan simbol hati, sehari setelah kematiannya. Paket tersebut diterima oleh pekerja rumah tangga (PRT) keluarga pada 9 Juli 2025.
Amplop cokelat itu menambah kejanggalan seputar kematian Arya Daru. Sebelumnya, istri Arya Daru, Meta Ayu Puspitantri, mengklaim akun Instagram dan WhatsApp suaminya sempat aktif setelah ia meninggal.
Anggota Kompolnas Choirul Anam membenarkan pihaknya telah melihat foto isi amplop tersebut. “Kompolnas hanya lihat fotonya. Terus kami sarankan waktu itu untuk dikasih ke polisi,” ujarnya, Ahad, 24 Agustus 2025.
Keluarga kemudian menyerahkan amplop tersebut kepada Polda Metro Jaya dengan didampingi Kompolnas.
Pengacara keluarga, Nicholay Aprilindo, membeberkan detail kiriman tersebut dalam konferensi pers di Yogyakarta, Sabtu, 23 Agustus 2025.
Meta Ayu Puspitantri juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat berupaya menghubungi Polsek Menteng beberapa kali pada 7 Juli 2025, malam sebelum Arya Daru ditemukan tewas, namun tidak mendapat respons.
Arya Daru ditemukan meninggal di kamar kos Guest House Gondia, Menteng, Jakarta Pusat, pada 8 Juli 2025. Istrinya yang curiga karena tidak bisa menghubungi Arya Daru, meminta penjaga kos untuk mengecek.
Pintu kamar ditemukan terkunci dari dalam. Saat dibuka, Arya Daru ditemukan dalam kondisi kaku dengan wajah tertutup lakban kuning.
Polda Metro Jaya menyimpulkan penyebab kematian Arya Daru adalah kehabisan napas dan tidak menemukan adanya tindak pidana. “Tidak ditemukan peristiwa pidana,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Wira Satya, 29 Juli 2025.
Ponsel utama Arya Daru, Samsung Galaxy S22 Ultra, dilaporkan hilang dan terakhir terlacak di mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat.












