Bukittinggi – Gugus IV Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, memfokuskan diri pada peningkatan mutu pendidikan melalui penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning. Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 80 orang, terdiri atas kepala sekolah dan guru, diselenggarakan pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Sekretaris Gugus IV Ampek Angkek, Nike Gemiarti, menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung selama satu hari dengan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Syafridal, Nasril Y, dan Retfiol.
Koordinator Unit Kerja (KUK) Pendidikan TK/SD Ampek Angkek, Syafridal, membuka pertemuan tersebut. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya pemahaman yang utuh dalam pembelajaran mendalam. “Pembelajaran mendalam adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemahaman utuh, bukan sekadar penguasaan fakta atau hafalan,” ungkapnya.
Syafridal menambahkan bahwa pendekatan ini mengajak siswa untuk menyelami konsep secara komprehensif, mengaitkannya dengan berbagai konteks, memaknai materi, serta mengalami pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Pembelajaran ini mengintegrasikan unsur olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara terpadu. Tujuannya, agar peserta didik tumbuh tidak hanya secara kognitif, tetapi juga dalam hal karakter dan kepekaan sosial.
Lebih lanjut, Syafridal menjelaskan bahwa asesmen dalam pembelajaran mendalam harus dipandang sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Ia menegaskan, “Asesmen dalam pembelajaran mendalam dipandang sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang berfungsi untuk memantau perkembangan proses belajar murid, bukan sekadar penilaian hasil akhir.”
Ketua Gugus IV Kecamatan Ampek Angkek, Yusrianti, menyoroti pentingnya kegiatan kokurikuler. Ia menyatakan bahwa kokurikuler memiliki peran penting sebagai penguat pembelajaran intrakurikuler. Selain itu, kokurikuler dapat menjadi sarana pengembangan minat, bakat, dan karakter siswa melalui pengalaman belajar yang kontekstual.
Nike Gemiarti menambahkan bahwa kegiatan implementasi deep learning ini diikuti oleh sekitar 80 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru.











