Manchester – Mimpi Manchester United untuk melaju jauh di Piala Carabao kandas. Mereka tersingkir usai dikalahkan tim divisi empat, Grimsby Town, melalui adu penalti yang dramatis.

Sorotan tajam tertuju pada kiper Andre Onana. Dua blunder fatalnya membuat gawang Setan Merah mudah ditembus.

Namun, pelatih Ruben Amorim membela sang kiper. Ia menyebut kekalahan bukan hanya karena kesalahan individu.

“Dengan hormat, melawan tim divisi empat, masalahnya bukan hanya kiper, tapi semuanya. Kebiasaan kami, cara kami menghadapi kompetisi ini,” ujar Amorim kepada Sky Sports.

Amorim menyoroti kurangnya intensitas tim sejak awal laga. Menurutnya, hal itu membuat permainan Manchester United tidak terarah.

“Cara kami memulai pertandingan benar-benar tanpa tekanan. Kami kehilangan arah. Sulit dijelaskan, tapi itulah yang terjadi,” imbuhnya.

Meski kecewa, Amorim tetap yakin timnya akan berkembang. Ia meminta maaf kepada para pendukung atas hasil yang mengecewakan.

“Saya ingin menyampaikan rasa maaf sebesar-besarnya kepada para penggemar. Dukungan yang mereka berikan kepada saya, dukungan yang selalu mereka berikan kepada tim, hari ini saya tidak bisa berkata apa-apa lagi selain penyesalan,” ungkapnya.

Pelatih berusia 39 tahun itu berjanji akan membenahi tim selama jeda dua minggu ke depan. Sebelumnya, mereka masih memiliki satu pertandingan di akhir pekan.

“Kami masih punya satu laga di akhir pekan sebelum jeda. Setelah itu, waktunya memperbaiki banyak hal,” tegasnya.

Kekalahan ini menjadi cerminan bahwa pekerjaan besar menanti Amorim. Bukan hanya membangun sistem, tetapi juga mentalitas juara.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.