Padang Pariaman – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman tengah berupaya keras untuk memulihkan infrastruktur kesehatan yang hancur akibat terjangan banjir bandang dan galodo. Prioritas utama adalah mengatasi kendala akses layanan kesehatan, terutama bagi warga di wilayah utara yang terpencil.

Pada Selasa (23/12/2025), Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, bertemu dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas solusi komprehensif untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Padang Pariaman, sejumlah usulan strategis diajukan untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan. Usulan tersebut meliputi pembangunan Rumah Sakit Pratama di wilayah utara, relokasi Puskesmas Sintuk, pembangunan dan rehabilitasi Pustu, penambahan sarana pendukung RSUD Parit Malintang, serta penguatan SDM dan pengadaan alat kesehatan.

“Kami datang langsung ke Kementerian Kesehatan untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan dan meminta dukungan konkret dari pemerintah pusat,” kata John Kenedy Azis, menekankan betapa pentingnya penguatan sektor kesehatan pasca-bencana.

Salah satu isu yang paling mendesak adalah kesulitan akses layanan rujukan bagi warga di wilayah utara Padang Pariaman. Warga harus menempuh perjalanan hingga 100 kilometer atau dua jam untuk mencapai RSUD di wilayah selatan. Kondisi ini diperparah dengan minimnya transportasi langsung, terutama bagi pasien darurat. “Pembangunan Rumah Sakit Pratama atau Rumah Sakit Tipe D di wilayah utara menjadi kebutuhan yang sangat mendesak,” tegasnya.

Selain itu, relokasi Puskesmas Sintuk yang rawan banjir juga menjadi perhatian utama. Menurut John Kenedy Azis, kondisi Puskesmas yang berada di bantaran sungai tidak hanya mengganggu pelayanan kesehatan, tetapi juga mengancam keselamatan sarana dan prasarana medis.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman juga berfokus pada penguatan fasilitas kesehatan tingkat dasar, termasuk pemenuhan alat kesehatan melalui Proyek SOPHI dan percepatan rehabilitasi Pustu yang rusak berat akibat bencana. Meskipun Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk Pustu, John Kenedy Azis berharap cakupan program tersebut dapat diperluas.

Menanggapi usulan tersebut, Budi Gunadi Sadikin menyatakan akan menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait agar dapat difasilitasi sesuai mekanisme dan kebijakan yang berlaku.

Diharapkan langkah-langkah strategis ini dapat mengatasi kesenjangan akses layanan kesehatan dan memastikan seluruh masyarakat Kabupaten Padang Pariaman memperoleh pelayanan medis yang memadai, aman, serta didukung fasilitas dan peralatan yang mumpuni.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.