Bukittinggi – UMKM Akademos Crispy dari Ngarai Sianok, Bukittinggi, berhasil memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional dan internasional. Inovasi produk dan dukungan dari BRI menjadi kunci keberhasilan.
Itiak Lado Mudo dan keripik kentang menjadi produk unggulan yang mengantarkan pemilik usaha, Angelina, meraih berbagai penghargaan bergengsi.
Angelina memulai bisnisnya pada tahun 2021 setelah mengundurkan diri dari sebuah bank syariah. Produknya yang memperkenalkan cita rasa khas Ngarai Sianok berhasil memikat hati juri Indonesia Enterpreneur Challenge (IEC) dan meraih peringkat pertama di tingkat nasional untuk kategori kuliner.
Program Brilian Preneur dari BRI membuka jalan bagi Akademos Crispy untuk berpartisipasi dalam pameran dan menjalin kemitraan dengan klien dari luar negeri. Produknya bahkan laris manis di kantor-kantor dan saat pameran di Jakarta Convention Center (JCC).
Pelatihan dari Rumah BUMN BRI meningkatkan kualitas produk Akademos Crispy, termasuk memperpanjang umur simpan Itiak Lado Mudo hingga dua bulan. Kini, pecinta kuliner di seluruh Indonesia dapat menikmati hidangan khas ini.
Pelanggan setia Akademos Crispy berasal dari berbagai daerah, termasuk Malaysia. Cita rasa unik dan kualitas produk menjadi daya tarik utama.
BRI terus mendukung UMKM binaannya untuk berkembang. Dukungan ini meliputi pelatihan, pendampingan, serta fasilitas untuk berpartisipasi dalam pameran dan program inkubasi.
“BRI membantu brand Akademos Crispy lebih dikenal,” kata Angelina.
Saat ini, BRI memiliki lebih dari 5.000 UMKM binaan yang terdaftar dan menyediakan 120 pelatihan per tahun melalui Rumah Kreatif BUMN BRI.











