Padang – Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam pengelolaan arsip digital berpotensi meningkatkan efisiensi dan akurasi. Namun, keandalan dan autentisitas arsip yang dihasilkan AI masih menjadi sorotan.
Transformasi digital dengan AI mempermudah pencarian, mengurangi penyimpanan fisik, dan mempercepat pengambilan keputusan. Hal ini mendorong administrasi publik yang efisien, transparan, dan akuntabel.
Penelitian menunjukkan AI mampu mempercepat identifikasi, meningkatkan akurasi data, dan membantu digitalisasi arsip fisik. AI bahkan dapat mengidentifikasi dan memperbaiki kerusakan pada dokumen.
Perpustakaan Kongres AS telah memanfaatkan AI untuk mengelompokkan arsip agar lebih mudah diakses publik.
Namun, penggunaan AI juga menimbulkan kekhawatiran terkait privasi, potensi bias algoritma, serta reliabilitas dan autentisitas arsip elektronik. Arsip elektronik rentan dimanipulasi, rusak, dan sulit dikontrol aksesnya.
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) telah mengatur metadata untuk menjamin autentisitas, keandalan, ketergunaan, dan integritas arsip.
Meski AI menawarkan banyak manfaat, keandalan dan autentisitas arsip yang dihasilkan AI belum sepenuhnya terjamin. Atribut arsip seperti identitas, integritas, hak akses, dan prosedur pelindungan harus menjadi tolok ukur autentisitas.











