Padang – Panen raya ikan jurung di Lubuk Larangan, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, memukau warga dengan ukuran ikan yang tak lazim. Program konservasi ini terbukti meningkatkan hasil panen dan melestarikan ikan endemik.
Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan PT Agincourt Resources (PTAR) melalui program Environment, Social, and Governance (ESG). PTAR telah membina desa selama empat tahun terakhir, menyelenggarakan delapan kali pembukaan lubuk larangan.
Kepala Desa Garoga, Risman Rambe, menyatakan antusiasme warga dalam merawat lingkungan berkat kesuksesan lubuk larangan. Pemancingan umum berbayar menjadi sumber dana program sosial desa.
Dana yang terkumpul mencapai Rp64 juta, yang dialokasikan untuk santunan anak yatim, bantuan lansia, pembangunan masjid, dan pembelian ambulans desa.
Model lubuk larangan menjadi percontohan pelestarian ikan dan lingkungan. PTAR memperluas program ini ke tujuh lokasi di Batang Toru, menebar 33.200 bibit ikan sejak September 2024.
Selain lubuk larangan, PTAR juga meraih penghargaan PROPER Peringkat Hijau atas upaya dan inovasi lingkungan. Perusahaan mengelola air olahan dan emisi untuk mendukung transisi rendah karbon.
Di bidang sosial, PTAR menginvestasikan USD 2,7 juta untuk Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang menjangkau 32.696 orang. Program ini meliputi kesehatan, pemberdayaan UMKM, pendidikan, dan pertanian.
PTAR juga meraih Penghargaan Subroto 2025 di bidang PPM Mineral Terinovatif. Perusahaan berkomitmen pada reklamasi lahan dan penanaman pohon untuk meminimalkan dampak lingkungan dan memaksimalkan manfaat sosial.











