SELATPANJANG – Warga Selatpanjang, Kepulauan Meranti, kembali menghadapi kesulitan mendapatkan gas 3 kg atau gas melon. Kelangkaan ini diduga kuat akibat terhambatnya pasokan dari agen gas, H Zulkarnain.
Disperindag Kepulauan Meranti merekomendasikan evaluasi kinerja agen gas H Zulkarnain kepada Pertamina. Pasalnya, agen tersebut seharusnya memasok 6.720 tabung gas melon.
Marwan, Kepala Disperindag, menjelaskan bahwa kapal pengangkut milik agen mengalami kerusakan sejak bulan lalu. Hal ini menyebabkan terhambatnya distribusi gas.
Pertamina menyatakan kuota gas untuk agen H Zulkarnain sedang dalam proses pengisian. Pemerintah menargetkan pasokan gas tiba di Selatpanjang pada Rabu (5/11/2025).
Warga Selatpanjang mengeluhkan kelangkaan gas melon yang terus berulang. Mereka menilai kondisi ini menghambat aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil.
“Sekarang gas pula krisis. Kemarin beras, kemudian listrik juga krisis. Bagaimana daerah ini mau maju jika seperti ini,” ujar Andi, seorang warga, mengungkapkan kekecewaannya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti segera menyelesaikan masalah kelangkaan gas ini dan mencari solusi agar masalah serupa tidak terus berulang.











