Agam – Pemerintah Kabupaten Agam memperpanjang masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor selama dua pekan, sebagai respons terhadap kebutuhan penanganan yang berkelanjutan. Keputusan ini diambil setelah evaluasi komprehensif menunjukkan bahwa kondisi di lapangan masih memerlukan perhatian intensif.

Pengumuman perpanjangan masa tanggap darurat disampaikan oleh pejabat setempat setelah rapat evaluasi yang dipimpin secara virtual oleh Gubernur Sumatera Barat dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Kabupaten Agam, Senin (22/12).

Perpanjangan ini berlaku efektif setelah masa tanggap darurat sebelumnya berakhir pada hari yang sama. “Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama OPD dan Forkopimda yang menunjukkan kondisi di lapangan masih memerlukan penanganan intensif,” ungkapnya.

Fokus utama dalam perpanjangan masa tanggap darurat ini meliputi pembersihan puing-puing rumah warga, pembukaan akses jalan yang tertutup lumpur, serta penanganan tebing rawan longsor. Pemerintah daerah juga memprioritaskan pembersihan lumpur dan sedimen tebal di jalan dan sungai, mengingat potensi bencana susulan saat hujan deras.

Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Basarnas, BNPB, dan instansi terkait lainnya selama masa perpanjangan.

Pembangunan jembatan darurat masih menunggu bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat. Kabupaten Agam membutuhkan 13 jembatan bailey untuk menggantikan jembatan yang rusak akibat bencana.

Selain itu, kebutuhan akan alat berat untuk penanganan lumpur, sedimen, serta normalisasi sungai menjadi perhatian utama, dengan target utama sungai yang berpotensi meluap dan mengancam permukiman warga.

Kebutuhan air bersih bagi masyarakat dan penghentian pencarian korban juga menjadi fokus serius. Pencarian korban secara resmi dihentikan setelah keluarga korban mengikhlaskan dan sepakat untuk tidak melanjutkan proses pencarian.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.