Agam – Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) berinovasi dengan mengubah limbah kulit pinang dan kotoran ternak menjadi biogas. Mereka juga mengembangkan pewarna alami tekstil dari bahan yang sama.

Inovasi ini berlangsung di Desa Sipinang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Tujuannya adalah mendukung kemandirian energi dan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

Mahasiswa UNP bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Sipinang dalam program ini. Mereka menerapkan pendekatan Machi-Zukuri yang fokus pada tiga aspek utama.

Ketiga aspek tersebut meliputi produksi biogas dari limbah, pengolahan pewarna alami tekstil, dan pengembangan pasar untuk produk-produk inovatif ini.

Pemanfaatan limbah menjadi biogas diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Sementara itu, pewarna alami tekstil memberikan nilai tambah ekonomis sekaligus ramah lingkungan.

Program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait energi bersih, pertumbuhan ekonomi, dan konsumsi yang bertanggung jawab.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.