Agam – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Agam terus dipercepat. Saat ini, baru 10 unit dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersedia dari 27 unit yang ditargetkan.
Jumlah dapur MBG diperkirakan akan bertambah seiring pendataan siswa pesantren dan madrasah sebagai penerima manfaat.
Tenaga Ahli Deputi Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional, Teguh Suparngadi, menyampaikan hal ini saat sosialisasi MBG di GOR Nagari Panampuang, Rabu (17/9/2025). Acara ini juga dihadiri anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, secara virtual.
“Saat ini, SPPG atau dapur MBG di Kabupaten Agam berjumlah 10 unit dari 27 unit yang ditargetkan,” kata Teguh.
Dengan 10 dapur yang beroperasi, program ini menjangkau sekitar 35 ribu anak.
Teguh menjelaskan, data menunjukkan penerima manfaat MBG di Agam mencapai 94 ribu anak. Oleh karena itu, dibutuhkan lebih banyak dapur MBG.
Di Sumatera Barat, terdapat 106 unit dapur MBG dengan 371 ribu anak sebagai penerima manfaat.
Program MBG menyasar balita, siswa PAUD hingga SMA, pesantren, serta ibu hamil dan menyusui. Tujuannya adalah memastikan kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi dan mencegah stunting.
“Tahun depan, kami mewacanakan guru dan petugas keamanan sekolah juga akan mendapatkan MBG,” ujar Teguh.
Ade Rezki Pratama, anggota Komisi IX DPR RI, menyatakan MBG adalah program prioritas Presiden Prabowo untuk menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.
“Saat ini, dapur MBG di Kecamatan Ampek Angkek baru satu, yaitu di Nagari Ampang Gadang. Kami berharap hingga akhir tahun 2025, jumlahnya terus bertambah,” kata Ade.
Ade menambahkan, MBG meningkatkan semangat dan konsentrasi belajar siswa. “Mari kita sukseskan program MBG yang baru pertama kali ada selama Indonesia merdeka,” pungkasnya.












