Agam – Bencana meteorologi yang melanda Kabupaten Agam pada akhir November lalu menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan perumahan warga. Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Agam mencatat, hingga Kamis (4/12/2025), total 1.378 unit rumah mengalami kerusakan.
Rincian data menunjukkan, 404 unit rumah mengalami rusak ringan, 252 unit rusak sedang, dan 721 unit mengalami rusak berat. Kerugian materiil akibat kerusakan rumah, berdasarkan perhitungan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), mencapai Rp 299 miliar.
Selain kerusakan pada sektor perumahan, bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur lainnya. Tercatat 37 titik jalan mengalami kerusakan, 11 unit tempat ibadah rusak, dan 108 fasilitas pendidikan terdampak.
Dampak paling tragis dari bencana ini adalah jatuhnya korban jiwa. Data sementara mencatat 171 orang meninggal dunia dan 85 orang masih dinyatakan hilang hingga Kamis (4/12/2025). Kehancuran terparah akibat bencana ini terjadi di Kecamatan Palembayan.










