Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam memberikan tanggapan terkait video viral seorang warga yang ditandu menggunakan kain sarung karena akses jalan yang rusak. Peristiwa yang menimpa Bahrun (70), warga Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, beberapa waktu lalu, menjadi sorotan karena narasi yang beredar menyebutkan bahwa warga kesulitan mendapat pelayanan kesehatan akibat akses jalan yang terjal.
Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, menjelaskan bahwa pasien sudah mulai sakit sejak Kamis. “Pada hari Sabtu, beliau dijemput oleh anaknya untuk dibawa ke rumah keluarga dari istri pertama. Memang, jalur dari rumah istri muda menuju rumah anaknya tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga warga bergotong-royong menandu beliau. Namun, dari rumah anaknya, kendaraan roda empat, termasuk ambulans, sebenarnya bisa sampai,” jelasnya pada Rabu (22/10/2025).
Sementara itu, Kadis PUTR Agam, Ofrizon, menerangkan bahwa panjang ruas jalan dari Simpang Salareh Aia menuju Maua Hilir adalah sekitar 7 kilometer. Dari total tersebut, sekitar 5,4 kilometer merupakan jalan kabupaten, sedangkan sisanya melewati kawasan hutan lindung. “Beberapa titik jalan mengalami kerusakan cukup berat, sehingga menyulitkan mobilisasi kendaraan, termasuk ambulans. Namun kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi agar akses ke Mauah Hilir bisa lebih baik dan masyarakat dapat menikmati pelayanan dasar, terutama kesehatan dengan mudah,” ujarnya.
Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memperbaiki sarana infrastruktur di wilayah-wilayah terpencil, termasuk Palembayan. “Kami tidak ingin ada warga yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena jalan yang rusak atau tidak bisa dilalui kendaraan. Pemerintah akan mencari langkah-langkah yang memungkinkan agar akses ini bisa ditingkatkan, walau sebagian berada di kawasan hutan lindung,” tegas bupati saat berkunjung ke rumah duka.










