Jakarta – Hubungan Adidas dengan sepak bola telah terjalin selama puluhan tahun, mewarnai sejarah olahraga ini. Logo tiga garis ikonik selalu hadir dalam momen-momen besar, dari Piala Dunia hingga final Liga Champions.
Popularitas jersey Adidas tak hanya karena dikenakan klub dan negara besar, tetapi juga desainnya yang berani dan penuh karakter. Warna, pola, dan detail sederhana sering kali menjadikannya ikon budaya populer yang terus dikenang.
Berikut adalah beberapa jersey Adidas paling legendaris yang membekas di ingatan para penggemar sepak bola:
Belanda (Euro 1988)
Jersey oranye Belanda dengan pola gradasi di Euro 1988 langsung dikenang sebagai simbol Ruud Gullit dan Marco van Basten saat meraih gelar internasional pertama. Celana pendek oranye penuh yang dikenakan saat final melawan Uni Soviet menjadi identitas visual yang berani dan ikonik.
Jerman Barat (Euro 1988 dan Piala Dunia 1990)
Jersey Jerman Barat pada Euro 1988 dan Piala Dunia 1990 menjadi salah satu karya terbaik Adidas. Pola tiga warna bendera Jerman di bagian dada awalnya kontroversial, namun kemudian menjadi simbol kemenangan saat meraih gelar dunia di Italia. Lothar Matthäus dan Jürgen Klinsmann menjadi wajah dari jersey tersebut.
Marseille (1993)
Jersey Marseille 1993 tampil sederhana namun elegan dengan warna putih bersih dan tiga garis biru muda di bahu. Jersey ini menjadi ikon perayaan terbesar dalam sejarah klub Prancis itu setelah menjuarai Liga Champions dengan menaklukkan AC Milan.
Boca Juniors (1981/1982)
Boca Juniors tampil mencolok dengan kombinasi biru gelap dan garis horizontal kuning khas pada periode 1981/1982. Keberadaan Diego Maradona di skuad saat itu membuat jersey tersebut semakin melegenda dan dikenang sebagai fase penting perjalanan salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Prancis (Euro 1984)
Prancis memiliki momen magis pada Euro 1984 ketika Michel Platini tampil luar biasa. Jersey biru dengan detail tiga garis putih tipis dan satu garis merah tebal memberi nuansa elegan, menambah kesan ringan dan stylish saat Platini beraksi.
Argentina (Piala Dunia 1990)
Argentina juga punya momen kuat pada Piala Dunia 1990 saat memakai jersey tandang biru gelap. Meski gagal mempertahankan gelar, jersey itu melekat erat dengan sosok Maradona yang tampil penuh emosi dan kepemimpinan dalam setiap laga.
Arsenal (Away 1991–1993)
Jersey Arsenal Away 1991–1993 menjadi salah satu karya paling unik Adidas dengan motif kuning bercorak chevron hitam yang sangat mencolok. Ian Wright menjadi simbol dari era ini dengan gol-golnya yang penuh karakter.
Ajax (2002/03)
Ajax musim 2002/03 tampil klasik dengan strip merah vertikal bersih di tengah jersey putih. Zlatan Ibrahimovic yang masih muda saat itu ikut memperkuat citra jersey ini sebagai simbol sepak bola total yang elegan.
Liverpool (1989–1990)
Liverpool 1989–1990 mengenakan jersey merah dengan efek grafis seperti lidah api yang mencolok. Jersey ini menjadi saksi gelar liga terakhir Liverpool sebelum penantian panjang selama 30 tahun.
Luton Town (1982/1983)
Luton Town 1982/1983 mungkin bukan klub raksasa, tetapi jersey Adidas mereka punya nuansa retro yang sangat kuat. Desain kerah ketat dan lengan pendek tinggi menjadikannya cocok untuk menunjukkan gaya dan percaya diri di era 80-an.
Dari Belanda hingga Arsenal, setiap jersey Adidas menyimpan cerita, pemain legendaris, dan momen abadi yang menjadikannya lebih dari sekadar pakaian olahraga. Jersey-jersey ini mengingatkan kita bahwa dalam sepak bola, desain kadang sama bermaknanya dengan kemenangan.












