Jakarta – Achmad Megantara menghadapi tantangan baru dalam kariernya. Aktor ini untuk pertama kalinya memerankan seorang ustadz dalam film terbarunya, Air Mata Mualaf.
Peran ini menuntut riset mendalam dan pemahaman karakter yang hati-hati. Megantara mengaku mempelajari dua tokoh agama yang ia hormati, Habib Umar dan Habib Jindan, sebagai referensi.
Dalam wawancara, Megantara mengaku awalnya tak menyadari bahwa karakter yang akan diperankannya adalah seorang ustadz. Ia baru menyadarinya setelah membaca skenario.
“Karakter dengan simbol seperti ini bukan hal yang mudah,” ujarnya, Kamis (20/11/2025). Ia menambahkan bahwa isu agama masih sangat sensitif di Indonesia.
Megantara berharap karakter Reza yang diperankannya dapat diterima semua kalangan, tanpa memandang latar belakang agama. Ia ingin menghadirkan figur ustadz yang bijak, rendah hati, dan universal.
Alih-alih mengambil referensi dari film, Megantara memilih belajar dari sosok nyata. Ia menelusuri cara penyampaian Habib Umar dari Yaman dan Habib Jindan dari Indonesia.
Megantara menilai keduanya memiliki gaya penyampaian yang menenangkan, bijak, dan penuh kerendahan hati. Ia berusaha menangkap esensi kebijaksanaan mereka dalam perannya.
Selama syuting, Megantara mengakui tantangan menjaga keseimbangan antara dirinya sebagai pribadi, aktor, dan karakter. Ia selalu menyempatkan waktu untuk “masuk” dan “keluar” dari karakter secara sadar.
Dengan riset mendalam dan proses kreatif yang panjang, Megantara berharap peran ustadz pertamanya dapat diterima luas dan memberikan nilai bagi penonton.
Film Air Mata Mualaf dijadwalkan tayang di bioskop pada Kamis, 27 November 2025.












