Padang – Rencana pengembangan panas bumi di Salingka Gunung Talang, Kabupaten Solok kembali ditolak warga. Trauma masa lalu dan kurangnya dialog efektif menjadi penyebab utama penolakan.

Masyarakat khawatir proyek geothermal akan merusak lahan pertanian dan sumber air. Keseimbangan lingkungan juga menjadi perhatian utama.

Penolakan ini terjadi meski Bupati Solok terus mendorong energi terbarukan. Pertemuan sosialisasi pada 13 November 2025 lalu berakhir tanpa solusi.

Warga menolak kehadiran investor PT. Hitay. Bupati Solok menegaskan komitmennya terhadap energi terbarukan pada Kamis (20/11/2025) di Padang.

Upaya rekonsiliasi sosial dan dialog mendalam dengan masyarakat masih minim. Masyarakat merasa pemerintah mengabaikan luka kolektif akibat konflik sebelumnya.

Kurangnya kepercayaan menjadi penghalang utama proyek geothermal.

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.