Dumai – Sebanyak 44 Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural yang dideportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Internasional Dumai pada Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 16.10 WIB. Pemulangan ini menjadi bukti komitmen negara dalam melindungi PMI, termasuk mereka yang rentan.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, Senin (10/11/2025), menjelaskan bahwa para PMI tersebut dipulangkan dari Depot Tahanan Imigrasi (DTI) Kemayan, Pahang, atas koordinasi antara Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dan BP3MI Riau. “Negara hadir untuk setiap PMI, termasuk yang dalam kondisi rentan. Kami menerima 90 PMI yang dideportasi ini. Diantaranya ada dua anak-anak dan seorang perempuan hamil,” ujarnya.

Fanny merincikan, dari 44 PMI yang dipulangkan, 36 di antaranya laki-laki dan 8 perempuan, di mana 3 orang di antaranya dalam kondisi sakit. Mereka berasal dari berbagai daerah, antara lain Sumatera Utara (3 orang), Aceh (2 orang), Riau (1 orang), Jawa Timur (17 orang), Jawa Tengah (1 orang), NTB (13 orang), NTT (1 orang), Sumatera Barat (2 orang), Banten (1 orang), Sulawesi Selatan (1 orang), Jakarta (1 orang) dan Lampung (1 orang).

Setibanya di pelabuhan, seluruh PMI menjalani pemeriksaan dokumen oleh Imigrasi Kota Dumai serta pemeriksaan kesehatan awal oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan Pelabuhan. Selanjutnya, mereka didampingi oleh P4MI Dumai untuk registrasi IMEI di Bea Cukai, sebelum dibawa ke Rumah Ramah PMI P4MI Kota Dumai untuk pendataan, layanan dasar, serta fasilitasi pemulangan ke daerah asal.

Fanny menuturkan, tiga PMI memerlukan perhatian khusus karena sakit. Dua orang dari NTB menderita gatal-gatal kulit parah dan hipertensi, sementara satu PMI asal Riau sakit TBC.

Lebih lanjut, Fanny menambahkan, edukasi terus diberikan agar masyarakat tidak tergiur bekerja ke luar negeri secara ilegal. “Kami terus melakukan edukasi tentang bahaya bekerja secara nonprosedural. Banyak dari mereka tidak menyadari risikonya hingga berakhir dideportasi. Kehadiran kami bukan hanya menjemput, tapi juga memulihkan dan menyampaikan bahwa negara tidak diam,” jelasnya pada Senin (10/11/2025).

Komentar

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.